Pendampingan oleh petugas bilik OSS dalam memberi kemudahan bagi pengusaha saat mengurus izin usaha melalui OSS (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).

Pendampingan oleh petugas bilik OSS dalam memberi kemudahan bagi pengusaha saat mengurus izin usaha melalui OSS (Pipit Anggraeni/MalangTIMES).



Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Malang optimis investasi yang akan masuk sepanjang 2019 dapat mengalami peningkatan. Karena dilihat dari perkembangan beberapa tahun terakhir, jumlah investasi yang ditanamkan di kota pendidikan ini terus menunjukkan tren positif.

Sekretaris DPMPTSP Kota Malang, Wulan Ragas Prasiani Iriana menyampaikan, serangkaian kegiatan sudah dilakukan dinas yang dulunya dikenal sebagai Dinas Perijinan itu. Sehingga, jumlah investor yang tertarik menanamkan modalnya terus bertambah. Salah satunya melalui kemudahan mengurus izin.

"Syarat utama yang harus dimiliki itu adalah proses mengurus izin yang mudah, praktis, dan tidak bertele-tele," katanya pada MalangTIMES belum lama ini.

Perempuan berhijab itu menjelaskan, kemudahan mengurus izin itu selama ini sudah diterapkan. Baik melalui program yang dibuat oleh pemerintah pusat maupun oleh DPMPTSP Kota Malang sendiri. Satu diantaranya program online single submission (OSS) yang sudah berjalan aktif di Kota Malang sejak awal 2019 ini.

"Dan kami memiliki bilik OSS yang bisa memberi kemudahan bagi pengusaha yang akan mengurus izin usahanya," terang Wulan.

Dia pun menegaskan jika sistem yang dibuat tersebut memberi pengaruh tersendiri pada iklim investasi di kota yang juga berjuluk sebagai kota bunga ini. Sehingga, dia berharap masyarakat dan calon pengusaha dapat memanfaatkan setiap layanan yang diberikan.

Tidak hanya itu, DPMPTSP Kota Malang selama ini juga gencar melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan pengusaha agar mengurus izinnya secara mandiri, dan tidak menggunakan jasa calo. Karena penggunaan jasa calo secara langsung dipastikan membuat pembengkakan biaya.

Namun dengan adanya sistem OSS, jumlah calo diperkirakan mengalami penurunan cukup drastis. Karena mengurus OSS sepenuhnya harus dilakukan oleh pengusaha itu sendiri. Sebab ada beberapa komitmen yang harus diselesaikan hingga akhirnya izin bisa dikeluarkan.

"Jadi setelah Nomor Induk Berusaha (NIB) ada beberapa komitmen yang harus diurus untuk bisa menjalankan bisnisnya," tutup Wulan. 

 


End of content

No more pages to load