Ilustrasi tersangka kasus pencurian saat diamankan jajaran kepolisian, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Ilustrasi tersangka kasus pencurian saat diamankan jajaran kepolisian, Kabupaten Malang (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)


Editor

A Yahya


“Kejahatan terjadi bukan hanya karena ada niat pelakunya, tapi juga karena ada kesempatan. Waspadalah, waspadalah,” imbauan yang disampaikan tokoh Bang Napi, saat menutup acara pemberitaan kriminal di era tahun 2.000 an ini, sepertinya pantas untuk menggambarkan wilayah Kabupaten Malang.

Bagaimana tidak, di awal tahun 2019 ini, Polres Malang sudah disibukkan dengan mengungkap kasus kriminal sebanyak 950 laporan. Dari jumlah tersebut, lebih dari 200 di antaranya, merupakan laporan dari kasus pencurian. “Hingga saat ini, tindak kejahatan Curat (Pencurian dengan pemberatan) sudah ada 210 laporan,” kata Kasat Reskrim Polres Malang, AKP Adrian Wimbarda.

Rinciannya, sebanyak 35 kasus pencurian terjadi di sepanjang bulan januari. Sedangkan di bulan februari, terdapat 39 kasus. Bergeser ke bulan maret, ada 47 laporan. Kemudian bulan april ada 49 kasus, dan mei 40 laporan. “Kecamatan Turen, Gondanglegi, Ngajum, dan Gedangan merupakan daerah paling rawan pencurian,” sambung Adrian.

Sayangnya, dari 210 laporan tindak curat yang terjadi di wilayah Hukum Polres Malang. Hanya 53 kasus saja yang berhasil diungkap petugas. “Biasanya pelaku pencurian beraksi saat malam hari, selain itu rumah kosong juga menjadi sasaran utama pencurian,” terang Adrian.

Terkait maraknya aksi pencurian, perwira polisi dengan tiga balok di bahu ini mengimbau kepada masyarakat agar lebih berhati-hati. Terutama saat memasuki musim mudik lebaran. Kondisi rumah yang sepi saat ditinggal pulang ke kampung halaman, acap kali dijadikan sasaran bagi pelaku untuk melancarkan aksi pencurian. “Kasus pencurian juga marak terjadi di tahun 2018. Tahun lalu kami menangani sebanyak 384 kasus pencurian,” tutup Adrian kepada MalangTIMES.com.


End of content

No more pages to load