Galian yang membuat warga Karanglo-Singosari tidak bisa mengakses air bersih Perumda Jasa Tirta Kabupaten Malang (Ist)

Galian yang membuat warga Karanglo-Singosari tidak bisa mengakses air bersih Perumda Jasa Tirta Kabupaten Malang (Ist)


Pewarta

Dede Nana

Editor

Heryanto


Pelayanan jasa yang diberikan oleh PDAM Kabupaten Malang yang kini berubah menjadi Perumda Jasa Tirta, terhadap masyarakat, kembali disoal. 

Khususnya yang berada di area Karanglo-Singosari.

Pasalnya, aliran air ke rumah warga terhenti dan menyebabkan mereka tidak bisa mandi seharian. 

Kondisi tersebut yang membuat warga gerah dan mempertanyakan air Perumda Jasa Tirta tidak bisa mengalir di rumah mereka.

Dari berbagai informasi yang dikumpulkan, penyebab aliran air Perumda Jasa Tirta mati ke rumah-rumah konsumennya disebabkan adanya galian yang membuat saluran bocor. Yaitu galian di jalan perusahaan Karanglo-Singosari.

Di area tersebut terlihat bekas galian terbilang panjang dengan lebar sekitar satu meteran digenangi air. 

"Air mati, ada galian yang bocor, jl. Perusahaan karanglo singosari....gak mandi seharian, entah besok bagaimana? Apa meteran air jalan terus nih..." tulis salah satu warga melaporkan kondisi air yang tidak mengalir seharian ini di wilayah Karanglo-Singosari.

Aduan warga tersebut, selain gerah dengan tidak bisanya mandi, juga belum adanya informasi dari Perumda Jasa Tirta terkait perbaikan galian yang bocor itu. 

Bahkan, saat MalangTIMES mencoba melakukan klarifikasi kepada pihak Perumda Jasa Tirta, belum mendapatkan jawaban terkait hal tersebut.

Keresahan warga Karanglo-Singosari terkait layanan air bersih Perumda Jasa Tirta, sebenarnya tidak hanya terjadi saat ini. 

Tahun 2017 lalu, warga Singosari sempat meluruh PDAM dikarenakan persoalan tidak normalnya air ke rumah warga selama hampir tiga bulan.  

Tapi, tagihan per bulan warga dengan kondisi air yang tidak lancar justru kebalikannya. 

Naik setiap bulan dan membuat warga pun meluruh kantor PDAM Singosari saat itu.

Di tahun 2018 juga warga sangat kecewa dengan pelayanan PDAM Kabupaten Malang. 

Air hanya mengalir di malam hari pukul 22.00 WIB hingga pukul 03.00 WIB. 

Itu pun mengalir hanya pelan sekali, dalam satu bulan lebih. 

Kekecewaan itu disampaikan Aziz warga  Perum Bumi Banjararum Asri Blok I,J,K pada media di tahun 2018.

Pengaduan gangguan layanan air bersih, yang seharusnya menjadi pelepas sumbat kekecewaan dan rasa gerah warga sebagai konsumen, ternyata juga belum berfungsi maksimal. 

Sehingga persoalan klasik bertahun-tahun lalu, kembali terjadi. 

Padahal PDAM Kabupaten Malang telah berganti nama menjadi Perumda Jasa Tirta yang dituntut lebih profesional dalam melayani pelanggannya.

 

Tag's Berita

End of content

No more pages to load