Semarak Grebek Lwang Wentar di Desa Sawentar Kab Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)

Semarak Grebek Lwang Wentar di Desa Sawentar Kab Blitar.(Foto : Malik Naharul/BlitarTIMES)


Editor

Heryanto


Setiap daerah pasti punya ciri khas budaya masing-masing dalam merayakan hari jadinya, bahkan sebuah desa sekalipun. 

Desa Sawentar Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar punya cara unik dalam menyelenggarakan hari jadi di desanya, yakni dengan menggelar tradisi Grebeg Lwang Wentar, Minggu (21/07/2019).

Desa Sawentar sendiri merupakan salah satu desa di Kabupaten Blitar yang terkenal memiliki tradisi dan kebudayaan masyarakatnya yang masih cukup sangat kental. 

Hal ini tentu tidak bisa dipisahkan dengan keberadaan situs budaya peninggalan kerajaan Majapahit yakni Komplek Candi Sawentar.

Lengkap dengan berpakaian ala adat jawa, warga Sawentar berduyun-duyun mengarak tumpengan hasil bumi yang diawali dari titik kumpul di Kantor Desa Sawentar. 

Sambutan dan doa dari kepala desa dan pemuka agama setempat menjadi tanda diberangkatkannya arak-arakan tumpeng hasil bumi tersebut menuju Candi Sawentar.

Kepala Desa Sawentar, Sunoto mengatakan, Grebeg Lwang Wentar ini merupakan tradisi masyarakat Desa Sawentar sebagai perwujudan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan juga dalam rangka bersih desa memeriahkan hari jadi Desa Sawentar yang ke 759.

“Kegiatan bersih desa ini sudah berlangsung sejak jaman mbah-mbah dulu, akan tetapi kalau dikemas dalam acara Grebeg Lwang Wentar ini sudah tahun ke empat ini. Acara Grebeg ini merupakan pesta rakyat dimana setelah diarak keliling kampung dan telah dihajatkan, tumpeng hasil bumi tersebut nantinya menjadi rebutan warga, dengan harapan mendapat keberkahan tentunya,” terang Sunoto.

Ia menambahkan, dalam rangka bersih desa, hari jadi Desa Sawentar yang ke 759 dan juga bebarengan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Blitar yang ke 695 ini ada beberapa rangkaian kegiatan. 

Di antaranya, ada Pisowanan Agung pawai budaya, tari kreasi dan juga ada parade sound.

“Jadi kemaren malem ada Pisowanan Agung berangkat dari Desa Sawentar menuju Pendopo Bupati Sasana Adi Praja Kanigoro untuk sowan ke Ndoro Bupati. Intinya dalam acara tersebut kita minta restu ke Ndoro Bupati,” sambungnya.

Keunikan budaya Desa Sawentar ini pun sontak mendapatkan perhatian khsus dari Bupati Blitar Rijanto. 

Meski dalam acara Grebeg Lwang Wentar kali ini Bupati tidak dapat hadir secara langsung, akan tetapi pihaknya mengirimkan utusan perwakilan yang diwakili oleh Kepala Dispenduk Capil, Luhur Sejati.

Dalam kesempatan tersebut Luhur mengatakan, Pemkab Blitar sangat mengapresiasi kegiatan kebudayan tersebut. 

Pasalnya selain nguri-nguri budaya, kegiatan Grebeg Lwang Wentar ini juga menjadi pelopor bagi desa-desa yang lain untuk melestarikan budayanya masing-masing.

“Jadi memang kegiatan Grebeg Lwang Wentar ini memang menjadi perhatian serius Bupati, karena bisa menjadi contoh peberdayaan masyarakat di bidang budaya dengan kegotong royongan masyarakatnya untuk memanfaatkan potensi budaya yang ada di desanya. Sehingga Swentar tidak pernah menggantungkan diri pada siapa pun, tapi memang bener-bener muncul dan berdaya, bisa besar seperti ini dari rakyat,” terang Luhur saat diwawancarai BLITARTIMES.

Menurutnya, hal ini akan langgeng dan kuat karena disokong oleh masyarakatnya sendiri yang mau berdaya. 

"Jadi konsen pengembangan pariwisata dan budaya di Desa Sawentar ini menjadi andalan visi misinya. Sehingga mewujudkan budaya menjadi aset wisata bagi Kabupaten Blitar sangat kental dan mengakar di masyarakat. Karena masyarkatnya mau peduli dan berdaya dengan mengangkat budayanya, inilah yang membuat perhatian Bupati terhadap sawentar. Bukan Bupati membeda-bedakan endak, tapi memang bener-bener perhatian Bupati untuk mengankat Sawentar amat serius. Konsen pengembangan pariwisata dan budaya di Sawentar sangatlah besar. Beliau berharap desa Sawentar menjadi percontohan dan juga menjadi desa andalan bagi Kabupaten Blitar,” pungkas Luhur.(kmf)


End of content

No more pages to load