Ilustrasi penipuan (liputan6.com)

Ilustrasi penipuan (liputan6.com)



Kehati-hatian dan tidak mudah percaya terhadap orang yang baru saja dikenal, nampaknya harus selalu dipegang. Sebab, saat ini, sudah seringkali terjadi kasus penipuan yang dilakukan oleh orang yang baru saja dikenal. Seperti halnya wanita ini.

Apes menimpa Sugiarti (59) warga Villa Bukit Tidar, Kecamatan Lowokwaru, Kota Malang. Pasalnya niat ingin melakukan kepengurusan pajak tanah, justru berbuah rugi besar. Ia menjadi korban penipuan oleh seseorang wanita berinisial EW (45), warga Dusun Bugis Krajan Barat, Saptorenggo, Pakis, Kabupaten Malang.

Kejadian tersebut bermula, ketika korban usai membeli tanah pada 29 September 2019. Dari situ, korban yang kemudian ingin melakukan kepengurusan pajak, lantas dikenalkan oleh rekannya berinisial C, kepada EW yang dikatakan rekannya bisa membantu mengurus pajak tanah.

Setelah itu, korban lantas melakukan transfer uang kepada pelaku untuk kepengurusan pajak tanah. Saat itu, korban mentransfer uang sebesar Rp 22.500.000 pada 31 Maret 2018. Namun sampai saat ini, bukti pembayaran pajak tanah yang diakui pelaku sudah dibayarkan, hingga saat ini belum diserahkan bukti pembayaran pajaknya.

Dan ketika diminta untuk mengembalikan uang pembayaran pajak yang telah dikirimkan korban, bahkan hingga berganti tahun, pelaku berbelit-belit dan selalu beralasan. Korban yang kehabisan kesabaran kemudian langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke Polres Malang Kota.

Kasubag Humas Polres Malang Kota, Ipda Ni Made Seruni Marhaeni membenarkan kejadian tersebut. Saat ini, petugas masih melakukan penyelidikan memeriksa saksi-saksi.

Mengenai kejadian tersebut, pihaknya sekali lagi mengimbau, agar masyarakat saat ini lebih waspada dan berhati-hati ketika bertransaksi dengan jumlah nominal uang yang besar. 

"Kalau imbauan pastilah jangan mudah percaya terhadap orang-orang yang belum dikenal, ataupun orang yang baru dikenal. Selalu waspada jangan langsung mau misalkan untuk dimintai uang atau selalu hati-hati ketika bertransaksi dengan jumlah besar, karena sudah banyak korban dengan modus yang sama," pungkasnya.


End of content

No more pages to load