Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda saat dimintai keterangan terkait kasus yang menyeret nama anggota DPRD Kabupaten Malang. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)

Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda saat dimintai keterangan terkait kasus yang menyeret nama anggota DPRD Kabupaten Malang. (Foto : Ashaq Lupito / MalangTIMES)



Jajaran  Satreskrim Polres Malang mengaku masih mendalami kasus pengaduan yang menyeret KC, anggota DPRD Kabupaten Malang dari PKB (Partai Keadilan Bangsa).

KC diadukan SW (istri sirinya) ke Polres Malang karena dua kasus. Selain diadukan atas dugaan penyebaran foto bugil, SW juga nekat mengadukan suami sirinya tersebut dengan dugaan kasus perzinaan.

”Setelah menerima pengaduan pada Selasa (10/9/2019) kemarin, hingga saat ini kami masih mempelajari berkas perkara atas dugaan kasus pidana pornografi dan perzinaan yang diduga dilakukan seorang anggota dewan," kata Kasatreskrim Polres Malang AKP Adrian Wimbarda saat ditemui awak media, Kamis (12/9/2019).

Ketika ditanyakan apakah berkas pengaduan yang diserahkan SW memenuhi unsur pidana, Adrian mengaku masih belum bisa menarik kesimpulan. ”Kasusnya masih dalam tahap penyelidikan. Kami masih melakukan pemeriksaan terhadap beberapa saksi guna melakukan pendalaman atas kasus yang tengah diadukan tersebut. Jika memang dalam perkara ini memenuhi unsur pidana, tentunya bakal kami proses lebih lanjut,” ujar  perwira polisi dengan pangkat tiga balok di bahu ini.

Seperti diberitakan sebelumnya, perkenalan pertama antara SW dan KC terjadi pada awal Maret 2018 lalu. Semenjak saat itu, hubungan keduanya semakin dekat. Padahal, KC sudah punya istri.

Hingga akhirnya sekitar akhir Maret 2018, SW diajak politikus asal Turen itu dalam kunjungan kerja dewan di Surabaya. Di Surabaya, mereka sempat menginap di salah satu hotel. Bahkan keduanya juga sempat melakukan hubungan badan layaknya suami istri.

Semenjak saat itu, hubungan asmara tersebut terus berlanjut. Hingga akhirnya pada  9 Agustus 2019, SW dan KC memutuskan untuk menikah secara siri. Pernikahan tersebut berlangsung di wilayah Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan.

Setelah resmi berstatus suami istri secara siri, KC sering memberikan uang kepada SW  yang jika dikalkulasikan mencapai Rp 200 juta.

Sekitar setahun kemudian, hubungan keduanya diketahui oleh istri pertama KC, yakni EW. Mengetahui jika suaminya main belakang dengan wanita lain. EW  nekat melabrak istri siri suaminya tersebut.

Tidak hanya memarahi dan memaki, EW juga menunjukkan foto bugil SW yang diakuinya didapatkan dari handphone KC. Semenjak  itu, SW akhirnya memutuskan untuk mengakhiri hubungannya dengan KC.

Bahkan saat diajak ketemu dan berhubungan badan, SW selalu menolaknya. Mungkin karena sakit hati, KC akhirnya melayangkan surat somasi dan mengancam akan melaporkan SW dengan kasus penipuan dan penggelapan. 

Merasa tersudutkan, SW akhirnya melakukan serangan balik. Warga Bululawang ini nekat mengadukan KC atas dugaan kasus penyebaran foto bugil dan perzinaan.

 


End of content

No more pages to load