Kondisi Dimas Budi Santoso korban kecelakaan saat menjalani perawatan intensif usai menghantam bus rombongan Persela Lamongan
Kondisi Dimas Budi Santoso korban kecelakaan saat menjalani perawatan intensif usai menghantam bus rombongan Persela Lamongan

Hingga hari ini, Rabu (12/2/2020) malam, Dimas Budi Santoso masih dalam kondisi kritis dan menjalani perawatan intensif di Rumah Sakit Wava Husada, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang.

Warga Jalan Melati, Desa Mangunrejo, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang ini masih belum diperkenankan pulang oleh dokter, usai terlibat kecelakaan pada Selasa (11/2/2020) malam.

”Setelah menghantam bus yang ditumpangi pemain Persela Lamongan, korban mengalami luka parah di bagian kepala akibat mengalami benturan. Selain itu, kaki sebelah kanan korban juga mengalami patah tulang akibat kecelakaan,” terang Kanit Laka Lantas Polres Malang, Ipda Agus Yulianto, Rabu (12/2/2020).

Berdasarkan laporan kepolisian, peristiwa kecelakaan yang dialami punggawa Persela Lamongan ini, terjadi usai para pemain menjalani laga perdana Grub B, Piala Gubernur Jawa Timur, Selasa (11/2/2020) malam.

Rombongan tim berjuluk Laskar Joko Tingkir ini, bergegas pulang usai digulung Persija Jakarta dengan skor 4-1 di Stadion Kanjuruhan, Malang. Tepatnya sekitar pukul 18.00 WIB, rombongan pemain dan official Persela Lamongan yang saat itu mengendarai Bus Hino Nopol N-7561-UA, beranjak dari markas Arema FC menuju Hotel Pelangi, Kota Malang.

Namun, saat melintas di Jalan Raya Mojosari, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang, bus yang dikemudikan oleh Ainul Hasim tersebut, terlibat kecelakaan. ”Tidak ada korban jiwa, seluruh penumpang dan sopir bus yang ditumpangi pemain Persela Lamongan juga selamat,” terang Agus.

Insiden kecelakaan ini, lanjut Agus, bermula saat korban, yakni Dimas Budi Santoso yang saat itu mengendarai motor Honda Legenda nopol L-2487-MY, melaju dari arah utara dengan kecepatan sedang.

Setibanya di lokasi kejadian, yakni Jalan Raya Mojosari di kilometer 102-103 arah Surabaya menuju Blitar, korban menambah laju kecepatannya guna mendahului mobil yang melintas didepannya.

Nahas, lantaran terlalu berhaluan ke kanan, pria 23 tahun itu kemudian menghantam bus yang ditumpangi punggawa Persela Lamongan yang melintas dari arah berlawanan.

”Ketika itu, petugas kepolisian yang melakukan pengawalan sempat menginstruksikan agar korban tidak mengambil akses jalan kendaraan yang melintas dari arah berlawanan. Namun karena jarak yang terlalu dekat, membuat korban tidak bisa menguasai rem dan laju kendaraannya sehingga terjadi tabrak bagian depan,” jelas Agus.

Mengetahui kejadian ini, warga serta pengguna jalan dan petugas kepolisian bergegas menyelamatkan korban dan membawanya ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.

”Kendaraan yang rusak parah akibat terlibat kecelakaan sudah kami amankan sebagai barang bukti,” terang Agus.

Selain menyita dua unit kendaraan, polisi juga masih memburu keterangan dari beberapa saksi. Selain korban, pengemudi bus yang bernama Ainul Hasim warga Dusun Jubel, Desa/Kecamatan Bantur, Kabupaten Malang juga masih menjalani pemeriksaan intensif. Pria 27 tahun itu masih berstatus sebagai saksi, atas insiden kecelakaan yang dialami punggawa Persela Lamongan tersebut.

”Kami masih mendalami hasil olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan keterangan beberapa saksi, kasusnya masih dalam proses penyidikan,” ujar Agus.

Disisi lain, sesaat sebelum laga antara Persela kontra Persija Jakarta berlangsung, insiden kecelakaan juga dialami personel Brimob, Selasa (11/2/2020) sore. Dimana, saat hendak mengamankan laga di markas Arema FC, truk Brimob yang melintas di Jalan Raya Panarukan, Kecamatan Kepanjen, Kabupaten Malang tersebut dihantam mobil pribadi.

Berdasarkan informasi dari petugas dilapangan, pengemudi mobil yang menabrak truk personel Brimob tersebut merupakan warga luar Malang. Saat itu, pria 60 tahun tersebut diduga kurang fokus sehingga menabrak truk Brimob.

Meski demikian, tidak ada korban jiwa maupun luka atas insiden tersebut. Hanya saja, akses lalu lintas sempat macet lantaran bagian truk Brimob yang ditabrak mobil adalah dibagian tangki solar. Alhasil bahan bakar seketika luber ke aspal jalan.

”Informasinya memang tidak ada korban jiwa, sesaat setelah kecelakaan petugas dan satu unit mobil pemadam kebakaran dikerahkan ke lokasi kejadian, untuk membersihkan tumpahan solar dari tangki truk Brimob yang luber,” ujar Kepala bidang PPBK (Pencegahan dan Penanggulangan Bahaya Kebakaran) Kabupaten Malang, Goly Karyanto.