Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno Bersama Kepala BKD Kabupaten Kediri meninjau proses tes para peserta  SKD CPNS. (Foto: Eko Arif S/JatimTimes)
Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno Bersama Kepala BKD Kabupaten Kediri meninjau proses tes para peserta SKD CPNS. (Foto: Eko Arif S/JatimTimes)

Bupati Kediri Hj Haryanti Sutrisno didampingi Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Muhammad Solikin, meninjau secara langsung para peserta mengikuti tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS di Basement Monumen Simpang Lima Gumul.

“Tes SKD CPNS ini dinilai langsung oleh pusat dan nilai yang tidak standar pasti tidak lolos. Peserta tes ini harus bisa mengerjakan soal sesuai kemampuan dirinya untuk bisa lolos dan tidak percaya pada rayuan oknum yang bisa memberikan peluang jadi PNS di Kabupaten Kediri,” kata Haryanti Sutrisno saat meninjau para peserta mengikuti tes.

Bupati berharap, peserta untuk percaya diri dan tidak terpengaruh oleh isu yang menyebutkan adanya calo dan bisa menjadikan sebagai PNS di Kabupaten Kediri. Bupati Kediri akan memberi sanksi kepada PNS di lingkup Pemkab Kediri yang bertindak sebagai calo CPNS.

"Peserta tes harus datang tepat waktu dan mengedepankan disiplin. Tidak ada alasan untuk terlambat dan jika terlambat dinyatakan gugur dan tidak berhak mengikuti tes SKD CPNS Kabupaten Kediri.  Hal ini tidak bisa ditawar lagi karena sudah ada kesepakatan antara panitia dan peserta," pesannya.

Dalam tes tersebut, panitia memprioritaskan peserta yang sedang hamil untuk melakukan registrasi dan memasuki ruang terlebih dahulu. Bagi peserta yang tidak bisa berjalan panitia juga menyediakan kursi roda serta memberikan pendampingan oleh tenaga medis untuk registrasi.

Pelaksanaan tes SKD CPNS dari Kabupaten Kediri berlangsung mulai Senin (10/2) dan berakhir Jumat (14/2).

Sementara untuk peserta dari Kota Kediri hanya berlangsung 1 hari di hari Sabtu (15/2), karena peserta jumlahnya 1.471. Hari berikutnya peserta dari Kabupaten Blitar dan Kota Blitar.