Bupati Tulungagung Maryoto Birowo bersama Asisten Deputy Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia / Foto : Eko Puguh / Tulungagung TIMES
Bupati Tulungagung Maryoto Birowo bersama Asisten Deputy Kewirausahaan Kementerian Koperasi dan UMKM Republik Indonesia / Foto : Eko Puguh / Tulungagung TIMES

Bupati Tulungagung Maryoto Birowo yang didampingi kepala dinas Koperasi, Usaha Mikro kecil dan menengah (UMKM) Slamet Sunarto, mendatangi langsung pengusaha cangkul di desa Kiping Kecamatan Gondang Kabupaten Tulungagung, Jumat (14/02) pagi. 

Kedatangan bupati ini merupakan kelanjutan dari pelatihan kewirausahaan berbasis manajemen usaha/bisnis. Kegiatan ini khusus melibatkan pelaku usaha khususnya dibidang usaha pacul (cangkul) di Kabupaten Tulungagung agar mampu bersaing dengan produk pacul dan bersandar SNI.

"Sejak dulu Kiping ini merupakan daerah industri rumahan, terutama industri berbagai kerajinan peralatan pertanian," ujar Maryoto.

Pemerintah daerah sudah melakukan berbagai langkah pembinaan, termasuk pelatihan dan mengucurkan bantuan agar industri kerajinan di Kiping selain bertahan juga dapat berkembang seiring zaman.

"Sekarang perlu dibuat wadah dalam bentuk koperasi dan peningkatan standar biar tidak kalah dengan produksi impor terutama produk cangkul," terangnya.

Perlunya pembinaan bagi Maryoto, selain meningkatkan mutu produksi juga pengusaha dapat memilih bahan yang kualitas.

"Kedepan, Usaha pembuatan cangkul harus lebih baik hasil dan pemasarannya," paparnya.

Maryoto didampingi pejabat dari Krakatau Steel, Yanuar Nugraha Senior Engineer devisi Eeseaech & Development, kementerian koperasi dan UMKM serta pihak pemodal dari perwakilan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Seperti diketahui, industri Pacul menjadi perhatian presiden Joko Widodo setelah melihat data yang disampaikan Badan Pusat Statistik (BPS) hingga Agustus 2019, bahwa impor 210 ton atau 1,30 Milyar dari China.

Padahal Indonesia merupakan negara agraris, sektor pertanian terbesar dan cangkul merupakan alat pokok yang sangat dibutuhkan.

Atas dasar tersebut, pemerintah mengharapkan agar para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah memahami tentang perkoperasian dan SNI pacul untuk memenuhi standart kwalitas.

Untuk mengatasi masalah impor cangkul ini, kementerian memfasilitasi dengan Program Kemandirian Cangkul. Kegiatan yang dilaksanakan meliputi pemahaman koperasi, standarisasi, dan pendampingan pelatihan teknis pada pengusaha cangkul agar dapat bersaing.

Selama ini, produksi pacul masih menggunakan cara tradisional, meskipun kwalitas produksi cangkul yang ada sebenarnya jauh lebih bagus. Namun, pemilihan bahan baku dan untuk memenuhi kebutuhan pasar pengusaha diharapkan mampu meningkatkan produksi dengan standar SNI.

Pelatihan yang di mulai sejak Rabu 12 Februari itu rencananya akan berjalan hingga Sabtu 15 Februari 2020, besuk.

Tulungagung merupakan Kabupaten yang menjadi salah satu pilot projek pemerintah saat ini setelah Sukabumi dan Klaten.

Dalam kegiatan pelatihan ini, Dinas Koperasi Dan UMKM Tulungagung mendatangkan pengusaha dari Desa Kiping Kecamatan Gondang yang berjumlah 22 pengusaha pacul dan dari Desa Bolorejo Kecamatan Kauman ada 8 pengusaha kerajinan pacul.