Kondisi korban Redy Faliandi (29) tergelatak di tengah jalan Jalibar (Jalur Lingkar Barat) Kepanjen dan mobil yang dikendarai korban mengalami ringsek dibagian depan sebelah kanan. (Foto: Istimewa)
Kondisi korban Redy Faliandi (29) tergelatak di tengah jalan Jalibar (Jalur Lingkar Barat) Kepanjen dan mobil yang dikendarai korban mengalami ringsek dibagian depan sebelah kanan. (Foto: Istimewa)

Kecelakaan tunggal mobil di Jalibar (Jalur Lingkar Barat) Kepanjen, yang menelan satu korban dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian, Jum'at (14/2/2020).

Mobil putih dengan nomor polisi N-1201-HF yang dikendarai Redy Faliandi (29) warga Jalan Candi, Kelurahan Karangbesuki, Kecamatan Sukun, Kota Malang menabrak median jalan yang mengakibatkan mobil tergelincir dan ringsek disebelah kanan depan mobil. Menurut keterangan dari beberapa saksi, peristiwa kecelakaan ini terjadi sebelum salat Jumat sekitar pukul 11.30 WIB.

Hal ini dijelaskan Kanit Laka Satlantas Polres Malang Ipda Agus Yulianto. "Mobil ini melaju dari arah Kepanjen menuju Blitar, ya berarti dari timur ke barat. Di lokasi, tiba-tiba kendaraan ini menabrak median jalan. Saat kendaraan sedang lepas kendali, kemudian mengarah ke median jalan, tabrakan tak terhindarkan," jelasnya.

Dari kecelekaan tunggal tersebut, terlihat mobil putih yang dikendarai korban mengalami kerusakan dan ringsek di bagian depan sebelah kanan. 

Diduga kendaraan melaju dengan kecepatan yang cukup kencang dan oleng ke pembatas jalan. Diduga kuat pengendara Redy Faliandi (29) saat kecelakaan, terpental keluar dari mobil dan terperosok ke jalan aspal.

Hal ini diperkuat saat proses evakuasi, korban tampak tergelatak di tengah jalan dengan darah yang bercucuran. 

Pihak kepolisian melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dengan meminta keterangan warga sekitar yang menyaksikan langsung kecelakaan tunggal tersebut untuk penyelidikan lebih lanjut.

"Masih diselidiki, tapi diduga kuat, mobil ini out of control, sampai menabrak pembatas tengah jalan," imbuh Ipda Agus Yulianto.

Tenaga medis juga didatangkan untuk melakukan evakuasi dan membawa jenazah menuju Kamar Mayat RSSA (Rumah Sakit Syaiful Anwar) Kota Malang untuk proses visum.