Rakor soft launching layanan 112 di Command Center Dinas Kominfo Kabupaten Blitar (Foto: Aunur Rofiq/BlitarTIMES)
Rakor soft launching layanan 112 di Command Center Dinas Kominfo Kabupaten Blitar (Foto: Aunur Rofiq/BlitarTIMES)

Pemerintah Kabupaten Blitar segera meluncurkan layanan terintegrasi pusat telepon atau call center. Nomornya 112. Layanan ini bebas pulsa. Masyarakat bisa melaporkan berbagai masalah kedaruratan di wilayah Kabupaten Blitar.

Sebagai persiapan launching, Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Blitar menggelar rapat koordinasi di Ruang Command Center kantor Dinas Kominfo, Selasa (25/2/2020). Hadir dalam agenda ini Sekda Kabupaten Blitar Totok Subihandono, Kepala Dinas Perhubungan Toha Mashuri, Kepala Dinas Kesehatan dr Kuspardani, Satpol PP, Polres Blitar, Polres Blitar Kota, PMI dan jajaran instansi terkait lainya.

Kepala Dinas Kominfo Kabupaten Blitar, Eko Susanto, menyampaikan layanan 112 merupakan bagian dari peningkatan layanan publik. Adapun kejadian darurat yang dimaksud meliputi bencana alam, kebakaran, bantuan ambulans, kejahatan, kerusuhan, kecelakaan, penyakit hingga gangguan hewan.

Call center 112 merupakan program layanan panggil darurat nasional, yang bahkan sudah diterapkan lebih dari 80 negara di dunia. Layanan ini bisa diakses melalui telepon maupun handphone.

“Ini upaya kami dalam meningkatkan pelayanan publik. Intinya layanan 112 ini upaya kami menciptakan kepuasan layanan kepada masyarakat untuk kegawatdaruratan,” ungkap Eko Susanto.

Eko menambahkan, secara teknis nantinya layanan 112 akan menggunakan Command Center Dinas Kominfo sebagai pusat komando. Nantinya pusat layanan ini akan melibatkan seluruh operator seluler. Namun demikian layanan ini hanya berlaku untuk wilayah Kabupaten Blitar.

“Nanti keluhan masyarakat, semisal ada kebakaran langsung saja hubungi 112. Kalau menghafal nomor yang panjang akan ribet. 112 ini nanti akan kami sosialisasikan kepada masyarakat. Jadi kalau ada keluhan langsung saja tekan 112, nanti akan diterima oleh call taker, di Commad Center ini nanti akan stand by 24 jam dengan sistem shift. Setelah keluhan diterima akan langsung di forward ke OPD yang menangani keluhan tadi, misal kalau kebakaran ke Damkar, puting beliung ke BPBD, kalau kecelakaan ke Polres dan mungkin ke Dinas Kesehatan,” paparnya.

Lebih dalam Eko menyampaikan, dalam kesempatan ini selain rapat koordinasi juga merupakan cek in terakhir sebelum layanan 112 ini soft launching.

“Ini sebenarnya sudah bisa diakses. Hari ini kita pengen memfixkan, kalau nanti pelatihanya sudah selesai maka nanti kita akan soft launching. Jika sudah soft launching maka nanti semuanya akan bergerak. Ini juga upaya kami dalam mendukung Kabupaten Blitar sebagai Smart City dimana kita harus mengimplementasikan sejumlah strategi dalam era revolusi  industri 4.0 yang mengedepankan lebih banyak teknologi,” jelasnya.

Sementara itu Sekda Kabupaten Blitar, Totok Subihandono, di kesempatan ini menyampaikan dukungan dan apresiasi layanan call center 112. Menurutnya, layanan ini merupakan suatu respon positif Pemkab Blitar terkait persoalan kamtibmas di masyarakat. 

“Layanan 112 ini bagus sekali. Disamping perintah undang-undang dari pemerintah pusat, kita juga membuka akses layanan informasi kepada masyarakat. Ini wujud negara hadir, karena bila pemerintah tidak ada kehadiranya dalam memberikan peluang untuk menyampaikan permasalahan yang terjadi maka pemerintah akan ketinggalan,” tandasnya.

Lebih dalam di kesempatan ini Totok juga meminta kepada OPD terkait untuk mendukung layanan call center 112. Menurut Sekda, layanan ini akan maksimal bila didukung oleh seluruh pihak.

“Kami berharap adanya layanan call center 112 ini bisa mengurangi resiko atau dampak bahaya akibat dari kondisi darurat tersebut,” pungkasnya.(Adv/Kmf)