Pasangan Malang Jejeg Hari Cahyono (kanan) dan Gunadi dinyatakan lolos verifikasi administrasi dalam pendaftaran ke KPU dari jalur independen (dd nana)
Pasangan Malang Jejeg Hari Cahyono (kanan) dan Gunadi dinyatakan lolos verifikasi administrasi dalam pendaftaran ke KPU dari jalur independen (dd nana)

Pasangan dari jalur independen, Hari Cahyono-Gunadi Handoko, tinggal satu langkah lagi untuk berhadapan dengan para calon yang akan diusung oleh partai politik (parpol).

Melalui Malang Jejeg, kedua pasangan ini telah dinyatakan lolos verifikasi administrasi terkait syarat dukungan minimal yang ditentukan oleh KPU dalam mengikuti Pilkada 2020.

Walau sempat dibuat 'deg-degan' dikarenakan adanya beberapa syarat yang tak lengkap atau kurang. Serta mendapat waktu untuk melengkapi kekurangan, yaitu formulir B11-KWK, yang dari hasil verifikasi tim teknis ditemukan sejumlah tanda tangan pernyataan dukungan dan E-KTP yang tidak ada.

"Saat pendaftaran (Jumat, 21 Februari 2020) di form B11-KWK ada yang tidak lengkap seperti tanda tangan peserta atau E-KTP,” ucap Anis Suhartini Ketua KPU Kabupaten Malang, Selasa (25/2/2020).

Setelah beberapa kekurangan ditindaklanjuti, KPU pun menyatakan pasangan dari Malang Jejeg ini memenuhi syarat dukungan minimal. Yakni sebesar 6,5 persen dari total daftar pemilih tetap dengan jumlah 1.996.857. Dengan syarat dukungan yang awalnya sebanyak 133.582, akhirnya dinyatakan memenuhi syarat sebanyak 132.291.

"Batas minimum 129.796. Karena itu untuk tahap ini lolos," ujar Anis.

Tapi, Hari-Gunadi yang siap bertempur dengan para calon yang diusung parpol. Belum bisa bernafas lega. Tahap verifikasi faktual menanti mereka, hingga akhirnya nanti pasangan ini benar-benar resmi berhadapan dengan para jagoan dari parpol.

"Setelah ini verifikasi faktual. Dimana tim KPU akan datang ke lapangan langsung untuk mencocokkan keabsahan berkas yang sudah diserahkan," ujar Anis.

Terpisah, Hari optimis bahwa seluruh tahapan pendaftaran bisa dilewatinya sesuai aturan. Pun terkait tahapan verifikasi faktual yang akan digelar KPU.

"Malang Jejeg optimis lolos. Data kita bisa dipertanggungjawabkan. Karena itu kalau dikroscek dan diverifikasi di lapangan, kami yakin lolos 100 persen," ujarnya.

Optimisme itu dikarenakan Malang Jejeg memiliki struktur yang dinamakan koordinator desa (kordes) yang tersebar di berbagai desa di Kabupaten Malang. Tugas kordes inilah yang menghimpun dukungan bagi Hari-Gunadi serta diklaim bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.