Ilustrasi jual beli tanah fiktif (finansialku)
Ilustrasi jual beli tanah fiktif (finansialku)

Lagi-lagi kasus penipuan bermodus jual beli property fiktif kembali terjadi di Kota Malang. Kali ini, kasus tersebut menimpa Marlina Balla, warga Jalan Tondano, Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang.

Marlina merasa ditipu oleh Aisha Kurnia warga Perum The Emerald Garden, Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang saat jual beli tanah kavling.

Awal mula kejadian tersebut bermula, pada 15 April 2016. Saat itu, korban didatangi oleh dua orang sales bernyawa Alwi dan Muamar yang menawarkan tanah kavling. Setelah itu, korban bersama dua sales tersebut lantas berangkat melihat tanah kavling yang ditawarkan di daerah Wonokoyo Kec. Kedungkandang Kota Malang.

Setelah korban melihat lokasi tanah kavling tersebut, korban kemudian mengkonfirmasikan kepada suaminya  perihal pembelian tanah kavling tersebut. Selang dua minggu kemudian, tepatnya pada hari Jum'at tanggal 29 April 2016, korban membayar tanda jadi untuk tanah kavling nomer 33 dan 34 sebesar Rp 10.000.000,

Kemudian, pada tanggal 10 Mei 2016, korban melakukan pelunasan untuk tanah kavling nomer 33 sebesar Rp 43.700.000 dan untuk tanah kavling no. 34 sebesar Rp 41.800.000.

Namun berjalannya waktu, meskipun telah melakukan pelunasan, hingga saat ini korban justru tidak mendapatkan tanah kavling yang dijanjikan. Diduga tanah kavling  yang dijual tersebut merupakan milik orang lain dijual mengatasnamakan CV yang digunakan dua sales untuk menawari korban.

Atas kejadian tersebut, korban kemudian melaporkan kasus tersebut ke Polresta Malang Kota pada 24 Februari 2020. Akibat kejadian itu, korban sendiri menderita kerugian sebesar Rp 95.000.000.

Melihat masih banyaknya kasus penipuan berkedok jual beli property, Kepala Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kota Malang, Luh Eka Wulantari, kembali mengimbau kepada masyarakat agar lebih waspada, terlebih lagi dalam hal jual beli property bernilai besar.

"Jangan sembarangan membeli property, harus hati-hati, jangan karena tergiur harga murah langsung main beli saja,"tegasnya

Pihaknya juga memberikan beberapa tips agar aman dan terhindar dari penipuan saat membeli properti. Masyarakat harus mau menyibukkan diri untuk mengetahui legalitas tanah maupun sejarah kepemilikan tanah.

"Pastikan legalitasnya, lihat sertifikatnya, bagaimana status kepemilikannya apakah sudah jadi milik developer atau belum harus dicek. Untuk lebih pastinya, lakukan pengecekan juga ke Badan Pertanahan Nasional (BPN)" jelasnya.

Lanjutnya, setelah itu lihat juga bagaimana track record dari developer atau pengembangnya apakah sering bermasalah atau tidak dalam bisnis properti. Sebab  hal itu bisa menjadi pertimbangan untuk para konsumen memilih developer yang pas agar terhindar dari kasus penipuan.

"Selain itu, cek juga bagian izin-izinnya, legalitas developernya, bagaimana legalitas bangunannya, apakah mengantongi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau tidak ke dinas terkait. Sebab bukan tidak mungkin lahan yang dijual itu, sebenarnya bukanlah kawasan yang diperuntukan untuk perumahan," pungkasnya.