Salah satu cabor dibawah naungan KONI Kota Malang, sepak takraw (Hendra Saputra)
Salah satu cabor dibawah naungan KONI Kota Malang, sepak takraw (Hendra Saputra)

Pembinaan olahraga memang membutuhkan dana yang fantastis, karena jika hanya mengandalkan kepercayaan tentu di era modern seperti ini juga akan berbuah hasil kurang memuaskan.

Ketua Umum KONI Kota Malang, Eddy Wahyono masih menampung usulan anggaran yang diajukan setiap cabor di bawah naungannya. Bahkan pria yang gemar mengendarai motor gede itu mengakui bahwa sudah ada 11 cabor yang mengajukan anggaran dan terhitung mencapai Rp 6 Miliar.

"Wajarlah, cabor itu cenderung biayanya minta tinggi, sah-sah saja. Kami dari usulan beberapa cabor baru 11 cabor saja sudah Rp 6 Miliar lebih," ungkap Eddy Wahyono.

"Maka dari itu saya sampaikan membina olahraga ini tidak murah, dan mencetak prestasi itu tidak seperti membalikkan tangan. Butuh waktu panjang, berliku dan duitnya (juga pasti) besar," imbuhnya. 

Sementara itu karena fokus KONI Kota Malang saat ini akan melakukan Puslatcab, sehingga komunikasi dengan para cabor intens terus dilakukan untuk memonitor sejauh mana langkah yang sudah dilakukan.

"Bahkan nanti setelah Puslatcab itu berjalan, kan ada tim monitoring dan evaluasi, nanti tim ini lah yang akan turun ke masing-masing cabor. Memantau sudah sejauh mana latihannya, metode latihan seperti apa dan lain sebagainya. Jadi kita sudah sampaikan kalau cabor tidak siap maka tidak akan kita berangkatkan (ke Porprov)," papar Eddy.

Untuk diketahui dalam pertengahan bulan Februari ini, KONI Kota Malang sudah memanggil seluruh cabor. Hal itu ditujukan untuk mengetahui apa langkah dan keinginan ke depan dalam pembinaan atlet khususnya dalam persiapan Porprov 2021 mendatang.