Taur Matan Ruak, Perdana Menteri Timor Leste.
Taur Matan Ruak, Perdana Menteri Timor Leste.

Politik itu selalu dinamis. Itu pula yang terjadi di Timor Leste. Setelah peristiwa politik dengan mundurnya Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohammad, hari ini Selasa (25/2/2020) Timor Leste mengalami hal serupa. Perdana Menteri Timor Leste Taur Matan Ruak mengundurkan diri.

Dalam pengakuannya, Taur Matan Ruak telah mengirim surat pengunduran dirinya sebagai Perdana Menteri Timor Leste kepada Presiden Francisco Gutteres. "Saya telah mengirim surat (pengunduran diri) kepada Presiden," terang Ruak dikutip dari Channel News Asia.

Perlu diketahui, Ruak resmi terpilih pasca pemilihan pada bulan Mei 2008. Pada saat itu Ruak mendapat sokongan suara dan dukungan dari koalisi tiga partai termasuk Partai Kongres Nasional Rekonstruksi Timor (CNRT) dan Aliansi Perubahan (AMP). 

Kondisi mundurnya Ruak hampir serupa dengan mundurnya Mahathir Mohammad sebagai Perdana Menteri Malaysia, yaitu mengenai bubarnya koalisi pemerintah yang membuat kondisi politik Timor Leste tidak stabil. Salah satu pemicu ketidakstabilan kondisi politik tersebut adalah penarikan dukungan yang dilakukan oleh Partai Kongres Nasional Rekonstruksi Timor (CNRT), yang dimana partai tersebut didirikan oleh mantan Presiden Xanana Gusmao.

Sebelum pengunduran diri yang dilakukan oleh Ruak, dilansir dari tempo.co , Sabtu (22/2/2020) mantan Presiden Timor Leste, Xanana Gusmao melakukan konferensi pers di kantor partai CNRT untuk menghentikan kebuntuan politik dan membentuk koalisi baru bersama enam partai. "Kami akan menghentikan kebuntuan politik dan kami telah menandatangani akta. Kami percaya 34 kursi ini akan menjamin stabilitas pemerintahan baru," ungkap Xanana Gusmao, Sabtu (22/2/2020).

Enam partai politik yang tergabug dalam koalisi baru untuk membentuk pemerintahan kesembilan terdiri dari Partai CNRT, Partai Demokrat, Partai KHUNTO, UDT, PUDD dan Frenti-Mudansa.

Dengan kondisi yang seperti ini, Ruak yang berulang kali gagal mendapatkan pengesahan mengenai anggaran, puncaknya pada pembahasan anggaran 2020 Ruak kembali gagal, karena tidak didukung oleh suara mayoritas.

Meskipun kondisi tidak stabil, Ruak siap menjabat sebagai Perdana Menteri sampai surat pengajuan pengunduran dirinya diterima oleh Presiden.