Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)
Wali Kota Malang Sutiaji (Arifina Cahyanti Firdausi/MalangTIMES)

Presensi kehadiran pegawai menjadi hal yang penting bagi suatu perusahaan, tak terkecuali di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Malang. Jika selama ini proses absensi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilakukan menggunakan finger print, cara itu akan diubah.

Wali Kota Malang Sutiaji menyatakan presensi bagi ASN akan diterapkan dengan absensi wajah. Selain lebih modern, cara ini dinilai lebih efektif untuk mengantisipasi adanya perilaku ASN nakal yang memanfaatkan finger print.

"Ini juga bersama-sama menguji kejujuran kita, biar nggak ada lagi yang sambat dan lapor ada yang ga pernah absen tapi tetap terdata absensinya penuh," jelasnya.

Absensi dengan menggunakan wajah ini nantinya akan dilakukan dengan aplikasi di handphone (HP). Para ASN nantinya cukup menunjukkan wajah tersenyum di masing-masing kamera. Mereka juga harus melakukan update setiap satu jam sekali.

"Kenapa harus satu jam sekali, jika rencana misal hari ini dia kerja di luar ya dia pakai itu. Dan sudah ada GPS di HP itu. Lalu, harus dengan menunjukkan wajah dengan ketawa, biar terbaca. Jadi sudah nggak bisa nitip foto ke temannya untuk diabsenkan," imbuhnya. 

Meski belum pasti nama aplikasi apa yang bakal digunakan, proses absensi wajah ini bakal diuji coba dalam waktu dekat. Ia menyebut antara bulan Maret atau April, bagian sekretariat Pemkot Malang yang akan memulai absensi wajah ini.

"Belum tahu, aplikasinya nanti bebas. Siapa founder yang bisa menarik ini juga. Yang pasti, kami akan uji coba di bulan Maret atau April di sekretariat dulu. Efektivitasnya, setelah itu nanti kila lakukan semua," tandasnya.