KH Muhammad Hadi Mahfuzd atau Gus Hadi, ketua MUI Kabupaten Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES
KH Muhammad Hadi Mahfuzd atau Gus Hadi, ketua MUI Kabupaten Tulungagung / Foto : Anang Basso / Tulungagung TIMES

Gonjang-ganjing adanya dugaan Mafia Ujian Perangkat Desa Di Kabupaten Tulungagung juga menjadi perhatian tokoh agama. 

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tulungagung, KH Muhammad Hadi Mahfuzd atau biasa dipanggil gus Hadi itu mengaku prihatin jika adanya mafia ujian perangkat desa itu benar.

"Kalau berita itu benar adanya,sungguh memprihatinkan, memalukan," kata Gus Hadi, Rabu (26/02) siang.

Gus Hadi lantas menyinggung badai korupsi yang hingga kini belum tuntas setelah Komisi Pemberantasan Korupsi menangkap tangan (OTT) pada bupati Tulungagung, Syahri Mulyo beberapa waktu lalu.

"Apa belum cukup mencoreng muka kita perilaku korupsi yang sampai sekarang masih belum juga selesai selesai, Kok gak kapok kapok," tanya salah satu Kyai Kharismatik di kota marmer itu.

Jika tidak dapat mengamalkan agamanya, setidaknya para pelaku kegiatan politik yang mengemban amanah rakyat dapat menjalankan pedoman dan perilaku yang diajarkan dalam pancasila, bukan hanya di gembar-gemborkan saja.

"Dimana moral pancasila yang kita gembar gemborkan itu, kapan kita sudahi kebiasaan buruk itu," lanjutnya.

Jika pejabat yang punya keterkaitan dengan posisi pengisian perangkat desa tidak bisa mengemban amanah, Gus Hadi meminta agar dirinya angkat tangan atau mundur dari jabatannya.

"Mundur saja kalau memang tidak bisa amanah," tegasnya.

Dugaan adanya mafia ujian perangkat desa ini sebelumnya juga di ungkapkan oleh sejumlah aktivis baik LSM dan perguruan tinggi bahkan politisi. 

Namun, bukannya berhenti, dugaan praktek curang untuk menentukan nilai ujian ini makin marak. 

Terbukti dari beberapa desa yang melaksanakan penjaringan dan penyaringan perangkat desa, peserta yang kalah menuding nilai yang didapatkan pemenang Njomplang atau tidak wajar.

Bahkan, satgas sapu bersih pungutan liar (Saber Pungli) Kabupaten Tulungagung menargetkan untuk melakukan operasi tangkap tangan terhadap pelaku atau mafia ujian tersebut.