Ilustrasi (Istimewa).
Ilustrasi (Istimewa).

Berbagai kisah menarik tentang Perang Uhud banyak diketahui melalui sederet riwayat yang disampaikan. Salah satu yang cukup terkenal adalah kisah duel antara sahabat Rasulullah SAW, yaitu Abu Dujanah Simak bin Kharasha, dengan seorang pasukan kafir Quraisy yang memiliki tubuh sangat kekar dan kuat.

Dr Khalid Zeed Abdullah Basalamah Lc MA atau lebih dikenal sebagai Ustaz Khalid Basalamah menyampaikan, Rasulullah SAW dalam Perang Uhud pernah memegang pedang dan berkata, "Siapa yang mau memberikan haknya Allah dan Rasulullah di pedang ini?"

Maka Hamzah berdiri dan berkata, "Saya ya Rasulullah."

Baca Juga : Sudah Coba Kalkulator Pahala dan Dosa? Ini Penjelasan Pencipta Aplikasi Raqib Atit

Namun Rasulullah tak memberikan pedang itu. Lalu Rasulullah kembali bertanya hal yang sama. Kali ini, Ali bin Abi Thalib berdiri dan hendak mengambil pedang tersebut. Lagi-lagi Rasulullah SAW menariknya dan tak memberikan kepada Ali.

Hingga pada pertanyaan yang ketiga, maka berdiri sahabat Rasulullah SAW, Miqdad yang disebut memiliki kekuatan 1.000 pasukan. Saat Miqdad berdiri, Rasulullah SAW juga tak menyerahkan pedang tersebut.

Pertanyaan yang sama pun dilontarkan hingga kali keempat. Dan kali ini Abu Dujanah Simak bin Kharasha berdiri dan bertanya, "Ya Rasulullah, apa haknya Allah dan Rasulullah di pedang itu?"

Maka Rasulullah berkata, "Engkau mengambilnya dan hantamkan dia ke musuhmu sampai pedang ini bengkok."

Lalu Abu Dujanah Simak bin Kharasha berkata, "Baik Rasulullah, saya akan berikan haknya. Kasih saya pedangnya."

Lalu Rasulullah menyerahkan pedang itu kepada Abu Dujanah karena Rasulullah sebelumnya memang menginginkan para sahabat bertanya terlebih dulu tentang apa hak pedang tersebut.

Diambillah pedang itu oleh Abu Dujanah dan dia langsung menggunakan imamah atau ikat kepala berwarna merah yang artinya siap mati. Kemudian Abu Dujanah mengayunkan pedang itu di hadapan musuh dan orang Quraisy sebelum perang dimulai.

Lalu Rasulullah berkata, "Sungguh perilaku Abu Dujanah dibenci Allah. Itu perilaku sombong. Kecuali di medan perang kalian boleh tunjukkan kemampuan kalian."

Baca Juga : Wafat Lantaran Wabah Penyakit Menular, Sahabat Rasulullah Ini Telah Dijamin Masuk Surga

Kemudian Abu Dujanah itu pun memegang pedang tersebut. Singkat cerita, seorang sahabat pun melihat setiap pergerakan Abu Dujanah. Sahabat tersebut juga bertemu dengan salah seorang musuh yang sangat kekar dan kuat.

Sahabat itu lalu berdoa agar musuh dengan tubuh kuat dan jekar itu dipertemukan dengan Abu Dujanah. Doa sahabat itu dikabulkan. Abu Dujanah dipertemukan dengan pria kuat dari kalangan musuh tersebut.

Terjadilah duel di antara dua pria kuat tersebut. Duel keduanya begitu kuat, sampai membuat para pasukan berhenri bertarung dan menyaksikan duel antara kedua orang  kuat dari golongan muslim dan Quraisy itu.

Sampai pada akhirnya, Abu Dujanah ditebas dengan pedang dan ditangkis dengan perisai yang dipegang Abu Dujanah. Perisai itu sampai terbelah dan pedang musuh Abu Dujanah itu menempel pada perisai.

Tak lama, Abu Dujanah langsung menebaskan pedangnya hingga membuat tubuh musuhnya terbelah menjadi dua. Maka matilah orang kafir itu. Sahabat yang menyaksikan dan berdoa agar Abu Dujanah dipertemukan dengan pria kekar itu pun tersenyum.