Bantuan yang diterima Muslimat NU
Bantuan yang diterima Muslimat NU

DPW Muslimat NU Jawa Timur menerima bantuan tahap kedua dari Paguyuban Masyarakat Tionghoa Surabaya (PMTS), untuk disalurkan ke masyarakat terdampak pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut berupa 10 ton beras, 2.000 sabun cuci tangan, 5.000 masker, mie instan 70 dus dan 2.000 pak jamu kelor.

Baca Juga : Pengolah Sampah Binaan DLH Kota Malang Dapat Bantuan Alat Pencacah Plastik

"Paguyuban masyarakat tionghoa tahun ini membagikan bantuan terutama sembako ke berbagai Ormas, NU, Muhammadiyah termasuk di dalamnya muslimat NU," kata Ketum PP Muslimat NU yang juga Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, usai mendampingi penyerahan bantuan di kantor Muslimat NU Jatim, Rabu (20/5/2020).

"Tapi kami di Pemprov juga ada support masyarakat Tionghoa. Jadi ini untuk bisa memberikan penguatan bantalan sosial, membangun solidaritas sosial dan membangun kekuatan dari ketahanan ekonomi masyarakat," sambungnya.

Menurut Khofifah, memberikan bantuan berupa sembako merupakan salah satu cara yang efektif pada kondisi seperti ini.

"Kalau masyarakat terdampak di rumah ada beras itu tenang. Bahwa nanti lauknya apa? sayurnya apa? yang penting ada beras itu sudah tenang," ucapnya.

Apalagi selain sembako ada yang sangat spesifik, jamu dan masker masuk dalam bagian bantuan. 

Keberadaan masker ini penting, karen dari penelitian dirilis beberapa waktu lalu, bahwa menggunakan masker efektif hingga 60 persen untuk mencegah Covid-19.

Efektivitas inilah, lanjutnya, yang membuat Presiden Jokowi menyampaikan untuk beradaptasi dengan norma hidup baru salah satunya memakai masker.

Baca Juga : Temukan Intimidasi, Penyuplai BPNT Tuntut Ganti Rugi, Ini Tanggapan AKD Boyolangu

"Ketika sudah terkonfirmasi Covid berhenti sama sekali, ke depan kita masih perlu pakai masker beberapa saat berikutnya. Karena ada ke khawatiran jika ini berhenti di Jatim atau Indonesia, tapi kalau internasional flihgt dibuka, kemungkinan dari mereka yang datang ke Indonesia ada carier dan OTG (Orang Tanpa Gejala), maka sangat mungkin ini juga menularkan. Karena itu sampai beberapa waktu protokol covid tetap berlaku termasuk physical distancing," paparnya.

Masyarakat tetap diminta cuci tangan pakai sabun dan air mengalir/antiseptik. Dan juga masyarakat harus disiplin bisa mengikuti protokol ini dengan baik.

Sementara perwakilan perhimpunan masyarakat Tionghoa, Ali Markus mengingatkan pentingnya memakai masker di saat pandemi Covid-19. 

Selain itu, dirinya juga menyarankan agar masyarakat mengkonsumsi buah pisang dan jeruk.

"Mengkonsumsi telur dan berjemur 15 menit. Yang tak kalah penting adalah disiplin menerapkan protocol Covid-19," pungkasnya.